Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Lore Kisah Lengkap Cerita Hero X.Borg yang direvamp - sinopsis bahasanya Indonesia

 

Akhirnya kau keluar dari persembunyianmu, Rooney. Sayangnya aku harus membakar laboratorium berhargamu untuk menangkapmu di sini.

Oh iya, kau diikat dan tidak bisa bicara. Tak masalah, kau tak perlu bicara. Sudah cukup aku mendengar kebohonganmu. Hari ini, kau hanya cukup mendengarkanku.

Jangan melihatku seperti itu. Kau tahu betul siapa aku! Aku X.Borg! Bagaimana kau bisa lupa? Oh, saat ini mereka menyebutku Mimpi Buruk Eruditio, monster yang bukan manusia dan juga hantu. Makhluk yang terkutuk oleh api. Beberapa bahkan memanggilku Anak Pembawa Bencana...

Mengapa kau terlihat tidak percaya? Mulai pikun di usia tuamu? Biarkan aku mengembalikan ingatanmu.

Cerita dimulai dengan bekas luka di dahiku ini. Saat kakakku dan aku bekerja di tambang, sebuah batu jatuh dan hampir mengenai kakakku. Bekas luka ini ada di dahiku karena kulindungi dia dengan kepalaku. Mengapa kepala? Karena jika bagian tubuh kami yang lain terkena dan cacat, kami tidak akan bisa bekerja!

Pasti kau bertanya-tanya apa hubungannya denganmu, 'kan? Pertanyaan bodoh. Menara energi yang digunakan untuk menambang gunung itu dibangun atas perintahmu, bukan?

Eruditio-mu yang hebat membangun menara itu di kota kami, tapi kami tak tahu apa yang sedang ditambang. Kami hanya senang bisa memiliki pekerjaan.

Kau bisa mengatakan bahwa nasibku ialah karena ulahku sendiri, yang seharusnya aku ketahui risiko pekerjaan ini saat mendaftar. Namun, jika kau berasal dari kota miskin sepertiku, mungkin kau akan tahu betapa berharga hal yang kau anggap remeh bagi kami. Mungkin, mungkin saja, bekerja di tambang itu membantu keluargaku pindah ke Eruditio. Bagi seorang anak miskin sepertiku, ini kesempatan sekali seumur hidup.

Namun, siapa sangka bahwa kau, yang telah memberi banyak harapan, ternyata tidak begitu peduli dengan kehidupan banyak orang, termasuk anak-anak sepertiku. Kalian para ilmuwan hebat melihat kami sebagai alat dan mengabaikan kami dalam penelitian kalian. Kalian tahu apa yang kalian tambang, tetapi kalian tidak peduli.

Pertama, orang yang bersentuhan dengan bijih itu mulai jatuh sakit satu per satu. Aku mencoba mengabaikannya, tapi kemudian aku pingsan dan jatuh ke dalam zat cair yang digunakan untuk menambang. Rasa sakitnya... Seperti tiap inci kulitku terbakar habis. Bisakah kau bayangkan apa yang kualami? Tentu saja bisa, kau kan orang pintarnya Eruditio!

Hal yang lucu, aku berhasil tiba di Eruditio, tapi sebagai tikus percobaan laboratorium. Mereka mengoperasi dan mengubahku seperti sekarang. Waktu itu, aku ingat suaramu berteriak ketakutan, seperti serangga kecil yang berdengung di telingaku. Kau pasti takut mereka akan merusak eksperimen ilmu pengetahuanmu yang berharga, bukan? Setelah rasa sakitnya mereda, kau datang dan memberitahuku bahwa aku adalah eksperimen pertama yang berhasil, yang berarti bahwa aku adalah "yang terpilih". Aku menyatu dengan kekuatan bijih itu dan selamat. Wah, kau pandai dalam berkata-kata. Kau meyakinkanku bahwa aku terpilih, aku harus menetap di Eruditio dan membantu penelitianmu. Dan sebagai gantinya, kau akan menjaga keluarga dan kotaku.

Dan aku benar-benar mempercayainya... Bekas luka di kepalaku, rasa sakit yang membakar, operasi, dan berpisah dengan keluargaku... semua itu sepadan dengan menjadi sosok yang terpilih. Aku sungguh berpikir bahwa aku akan terkenal, bahwa aku akan menjadi bagian dari masa depan yang luar biasa. Lagipula, beberapa bulan lalu aku hanyalah anak miskin yang khawatir akan makanan dan pakaian, tapi sekarang aku punya misi! Aku adalah orang yang terpilih!

Kau tidak punya hak untuk menghakimiku. Kau sudah kaya sejak lahir, seorang penduduk Eruditio dengan kekayaan di depan mata. Tahukah kau rasanya kelaparan bahkan untuk sekali saja?

Lalu, saat aku kembali ke kampung halamanku, tebak apa yang kutemukan? Bijih sialan itu, meracuni tanah dan menyiksa rakyatku. Mereka yang bisa pergi, sudah pergi. Mereka yang tidak bisa pergi, hanya bisa menerima nasib mereka. Mereka bertanya padaku kemana saja aku selama ini, dan kukatakan pada mereka. Aku bersama para monster yang menghancurkan kehidupan mereka.

Semua mata itu... penuh penderitaan... menatapku... kebencian mereka... mengahancurkanku... PERGI! Ugh, kepalaku. Tidak, tunggu, itu hanyalah ilusi... hanya ilusi...

Tidak seorang pun mau menatapku, Rooney. Mereka semua telah terkubur untuk menyiapkan penelitianmu.

Jadi aku membakar semuanya. Api membara selama tiga hari tiga malam. Hanya ini yang bisa kuberikan pada mereka. Aku membakar dosa-dosamu, dan aku menyucikan rumahku.

Setelah itu, aku datang ke Eruditio membawa hadiah untuk kalian semua. Jangan salah paham, aku tidak membenci Eruditio. Aku bahkan tidak membencimu. Bagaimanapun, berkat kalianlah aku mengerti bahwa aku tidak pantas menerima masa depan yang indah ini. Tapi aku menemukan tujuanku sendiri.

Kau tahu, dunia adalah tempat yang kejam. Dan api adalah hadiahku untuk dunia yang kejam ini. Adakah yang lebih pantas?

Hah? Apa itu? Biar kutebak, kau ingin mengatakan bahwa rakyat Eruditio tidak bersalah? Kau harus tahu di dunia ini, hal buruk terjadi pada orang baik, dan hal yang lebih buruk terjadi pada orang yang lebih buruk.

Saat laboratoriummu terbakar, aku terlahir kembali. Tempat di mana kau berencana mengubah dunia sekarang menjadi tumpukan abu. HAHAHAHA!

Diam, Rooney! Jangan berisik! Sudah terlambat untuk kebohonganmu. Lihat, ini sudah pagi.

Ah, pagi yang membara.